Advertisement
Dompu, Info720.com — Menghadapi kondisi musim kemarau dan potensi ancaman fenomena El Niño, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat bergerak cepat memantau kondisi sumber air dan jaringan irigasi di sejumlah wilayah strategis Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., mengungkapkan bahwa pimpinan BRMP NTB bersama tim teknis turun langsung mendampingi Distanbun Dompu melakukan survei ke Bendungan Mila di Kecamatan Woja. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung debit dan ketersediaan air yang menjadi penopang utama kegiatan pertanian masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pasokan air di Bendungan Mila tercatat masih dalam kondisi relatif baik dan memadai untuk mendukung kebutuhan irigasi, khususnya bagi pertanaman yang sedang berlangsung. Air dari bendungan tersebut dialirkan secara bertahap melalui jaringan irigasi menuju kawasan persawahan di wilayah Kecamatan Woja. Kondisi ini menjadi modal vital dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan tanam padi, baik di musim kemarau maupun musim hujan.
Usai meninjau Bendungan Mila, rombongan tim BRMP NTB dan Distanbun Dompu melanjutkan pemantauan ke Bendungan Tanju yang berlokasi di Kecamatan Manggelewa. Peninjauan maraton ke dua bendungan utama ini merupakan langkah mitigasi proaktif demi memastikan kegiatan penanaman di tingkat petani tidak terhenti akibat krisis air.
“Pemantauan sumber air ini sangat krusial dalam merespons tantangan perubahan iklim. Namun, hal yang paling penting saat ini adalah bagaimana ketersediaan air yang ada dapat kita manfaatkan secara efisien dan optimal untuk menjaga keberlanjutan masa tanam para petani,” tegas Syahrul Ramadhan.
Langkah survei lapangan ini menegaskan komitmen Pemkab Dompu dan BRMP NTB dalam merespons dinamika krisis iklim (climate change). Di tengah ancaman kemarau panjang, pengelolaan sumber daya air tidak lagi bisa mengandalkan metode konvensional, melainkan memerlukan efisiensi pembagian air (water management) yang terukur dan adil.
Sinergi antara Bendungan Mila dan Bendungan Tanju diproyeksikan menjadi benteng pertahanan utama sektor pertanian Dompu dari risiko gagal panen (puso). Penguatan koordinasi ini diharapkan mampu mendorong edukasi irigasi hemat air kepada petani, sekaligus mengukuhkan posisi Kabupaten Dompu sebagai lumbung pangan yang tangguh di Nusa Tenggara Barat.
