Advertisement
![]() |
| Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar Apel Koordinasi Bulan September di Lapangan Beringin |
Info720.com, Dompu NTB — Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar Apel Koordinasi Bulan September di Lapangan Beringin, Kamis (17/09/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti Pj. Sekda Dompu, Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan perangkat daerah, pejabat administrator, pejabat fungsional serta staf.
Bupati Dompu yang bertindak selaku Pembina Apel dalam arahannya menyampaikan sejumlah hal terkait kondisi daerah, khususnya menghadapi musim kemarau yang terjadi pada tahun 2026.
Bupati mengatakan, musim kemarau tahun ini berlangsung bersamaan dengan penguatan fenomena El Nino yang mengakibatkan berkurangnya curah hujan serta memanjangnya Hari Tanpa Hujan (HTH) di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama agar dampak kekeringan terhadap masyarakat dapat diminimalisir. Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siaga darurat bencana bersama sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengupayakan penambahan titik bor dalam di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Untuk usulan di pusat, tahapan saat ini menunggu proses kontrak yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” jelas Bupati.
Selain upaya jangka panjang tersebut, pemerintah daerah juga mengambil langkah cepat dengan melaksanakan distribusi air bersih secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 56 tangki atau sekitar 280.000 liter air bersih telah didistribusikan. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Pajo, Woja dan Dompu.
Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan air serta bersama-sama menjaga keberadaan sumber-sumber air. Masyarakat diminta menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain ancaman kekeringan, Bupati mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah. Terlebih, kondisi musim kemarau dan puncak kekeringan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Mari bersama tingkatkan kewaspadaan. Apabila masyarakat menemukan sumber api agar segera melaporkan supaya penanganan cepat dan dapat tepat,” imbuhnya.(Info01)
