-->

Iklan

Jumat, 22 Mei 2026, Mei 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-22T10:12:59Z
Health

Tanggapi Unggahan di Facebook, KaSPPG Donggo Barat: Lima Relawan Reaktif HBsAg Sudah Diberhentikan

Advertisement


Foto Info01, Sebelah Kanan Yaser selaku 
Koordinator Wilayah SPPG Kecamatan
Donggo, sebelah Kiri Nanang
Kepala SPPG Donggo Barat


Info720.com, Dompu NTB - Kepala SPPG Kecamatan Donggo Rora, Kabupaten Bima NTB, Nanang Putra Irawan, memberikan klarifikasi terkait unggahan akun Facebook atas nama Muhammad Soalihin Jamaludin yang menyebut adanya karyawan SPPG terindikasi hepatitis dan tidak ditindaklanjuti.



Klarifikasi disampaikan menyusul keresahan masyarakat atas informasi yang beredar di media sosial sejak Kamis, 21 Mei 2026. Nanang menegaskan, seluruh tindakan yang diambil SPPG sudah sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan penerima manfaat.



Peristiwa bermula saat SPPG yang beralamat di Desa Rora, Kec. Donggo Barat

Kabupaten Bima, melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh relawan. Kegiatan berlangsung pada 11 hingga 16 Mei 2026 sesuai instruksi KaSPPG.



Pemeriksaan dilakukan di rumah sakit dan hasilnya diperiksa pada Sabtu, 16 Mei 2026. Dari hasil laboratorium tersebut, diketahui lima relawan SPPG teridentifikasi reaktif HBsAg atau Hepatitis B Surface Antigen.



Menindaklanjuti hasil tersebut, KaSPPG langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan kelima relawan pada hari yang sama. Surat pemberhentian resmi dikeluarkan agar tidak ada risiko penularan di lingkungan SPPG.



Nanang menjelaskan, kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 11 Tahun 2026. Aturan itu mewajibkan setiap relawan SPPG memiliki kondisi fisik dan mental yang memadai untuk menjalankan tugas pelayanan gizi.



Ia juga menyampaikan bahwa saat proses rekrutmen, seluruh pelamar telah melampirkan surat keterangan sehat dari dokter. Namun, pemeriksaan berkala tetap dilakukan setiap empat bulan sekali untuk memastikan kondisi kesehatan relawan tetap terjaga.



Terkait unggahan akun Facebook Muhammad Soalihin yang menyatakan KaSPPG diam dan tidak mengeluarkan relawan yang sakit, Nanang membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan di media sosial tidak sesuai fakta di lapangan.



Surat keterangan sehat yang di lampirkan 
Para pelamar relawan sppg 
Donggo Barat


“Kami sudah memberhentikan lima relawan yang reaktif HBsAg sejak 16 Mei 2026. Tudingan bahwa kami diam adalah tidak benar dan hal tersebut dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Nanang saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya.Jum'at (22/05/2026)



Nanang menambahkan bahwa setiap pelamar yang ingin menjadi relawan di SPPG ini wajib melampirkan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan sebagai salah satu syarat administrasi. Dokumen tersebut menjadi bukti awal bahwa calon relawan dalam kondisi jasmani dan rohani yang baik sebelum diterima bekerja.



Langkah SPPG ke depan adalah terus menjalankan pemeriksaan kesehatan berkala dan memastikan hanya relawan yang memenuhi syarat kesehatan yang bekerja. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.



Nanang berharap agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak semua pihak untuk berkoordinasi langsung dengan SPPG apabila memiliki pertanyaan terkait pelaksanaan program di lapangan.



“Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kesehatan jasmani dan rohani relawan akan terus menjadi prioritas agar tidak ada penyakit yang berpotensi ditularkan kepada anak-anak penerima manfaat,” tutupnya. (Info01)