-->

Iklan

Rabu, 20 Mei 2026, Mei 20, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-20T05:22:08Z
Hukpol

Kanibal Dompu Gelar Aksi Protes atas Dugaan Pelelangan Sepihak oleh BANK BRI

Advertisement
Foto Massa aksi di depan kantor Cabang Bank BRI Kabupaten Dompu.


INFO720.com, Dompu NTB– Koalisi Nasabah Melawan Kabupaten Dompu, yang dikenal sebagai (Kanibal Dompu) menggelar aksi unjuk rasa di depan Bank BRI Cabang Dompu. Aksi ini buntut dari dugaan pelelangan sepihak yang dilakukan pihak bank terhadap aset nasabah.Pada Rabu. (20/05/2025).



Para peserta aksi menilai langkah BRI tersebut merugikan nasabah yang sebenarnya memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban. Menurut mereka, pihak bank menolak upaya penyelesaian secara kekeluargaan dan justru menggiring nasabah ke proses lelang.



“Bayangkan saja, keluarga kita sudah berinisiatif untuk melakukan pelunasan, tetapi pihak BRI menolak dan memaksa masuk ke proses lelang. Ini cerminan pelanggaran etik yang dilakukan oknum Bank BRI,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.



Foto di depan halaman kantor Bank BRI 
Saat berupaya melakukan mediasi.


Massa aksi menduga tindakan tersebut telah memenuhi unsur (mens rea) atau niat jahat yang mengarah pada tindakan penipuan. Mereka menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk ultimatum kepada pihak BRI agar segera menyelesaikan persoalan secara adil.



Dalam orasinya, koordinator aksi meminta pihak BRI untuk menghadirkan Direktur Cabang dan Andi selaku pegawai  yang menjanjikan kemenangan kepada pemenang lelang. “Saudara Andi ini kami anggap sebagai parasit di tubuh BRI. Benalu seperti ini harus dibersihkan,” tegasnya.



Massa juga mengingatkan bahwa BRI merupakan bank milik negara di bawah naungan BUMN, bukan bank swasta milik segelintir orang. Karena itu, masyarakat memiliki hak untuk mengawasi dan mengkritisi setiap bentuk penyimpangan yang terjadi di dalam institusi tersebut.



“Kami tidak ingin menakuti nasabah lain, tetapi tindakan seperti ini berpotensi terjadi pada siapa saja. Maka kami meminta gerakan hari ini dikonkritkan. Panggil pihak-pihak yang bertanggung jawab,” lanjutnya.



Massa aksi menyatakan dalam orasinya, jika tidak ada solusi yang ditawarkan pihak BRI, maka instabilitas di tingkat nasabah tidak bisa dihindari. Mereka bahkan mengancam akan memboikot aktivitas di sekitar jalan utama sebagai bentuk peringatan keras.



“Ini bukan ancaman, tetapi peringatan keras dan ultimatum yang kami berikan kepada Direktur BRI. Sesungguhnya BRI hari ini sudah melanggar kode etik,” ujar orator di hadapan massa aksi.



Dugaan lain yang disampaikan adalah adanya indikasi peminjaman nama terhadap pemenang lelang. Massa menduga BRI sengaja memfasilitasi pihak tertentu untuk membeli kembali aset nasabah dengan harga tinggi.



“Dugaan kami diperkuat karena Ibu Santi dan saudara Andi memiliki hubungan keluarga dengan pemenang lelang. Ini yang membuat kami semakin curiga ada permainan di balik proses lelang tersebut,” pungkasnya.



Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BRI Cabang Dompu belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.(Info01).