Advertisement
![]() |
| Foto S saat melaporkan MDG Di polres Dompu |
Info720.com, Dompu NTB - Seorang guru berinisial S resmi melaporkan saudara Inisial MDG atas dugaan tindak pidana penghilangan data Dapodik sertifikasi ke SPKT Polres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Laporan teregister Surat Tanda Terima Pengaduan Nomor STTP/684/V/2026/SPKT Res Dompu,Pada Jumat (29/05/2026).
Pelapor berinisial S, berprofesi sebagai guru dan berdomisili di Kecamatan Dompu, Laporan dibuat sekitar pukul 17.30 WITA di ruang SPKT Polres Kabupaten Dompu.
Dalam aduannya, S menyebut terlapor berinisial MDG yang menjabat sebagai Pelaksana Harian (PLH) Kepala Sekolah SMPN 6 Dompu. Ia menduga MDG terlibat dalam pengalihan data sehingga hak tunjangan sertifikasinya terhapus dari sistem Dapodik.
Menurutnya Awal mula kejadian diketahui saat pihak perbankan memberitahukan bahwa dana sertifikasi tidak masuk ke rekening S selama tiga bulan berturut-turut. Merasa ada kejanggalan, ia kemudian mengecek ke operator Dinas Dikpora Kabupaten Dompu.
Hasil pengecekan menunjukkan nama S sudah kosong dari daftar penerima sertifikasi. Operator dinas berinisial AT menyampaikan, ke S bahwa data tersebut telah dialihkan ke data MDG oleh operator Umum Dinas Inisial MN atas perintah PLH SMPN 6 Dompu.ujarnya saat di konfirmasi media ini.
S kemudian mengkonfirmasi langsung ke MDG. Menurut pengakuan S, MDG membenarkan telah menyerahkan SK PLH Kepala Sekolah kepada operator dinas. Penyerahan dokumen itu disebut menjadi penyebab data milik S terhapus dari sistem Dapodik.Ungkapnya
Akibat peristiwa tersebut, S mengaku mengalami kerugian materi sekitar Rp14 juta. Jumlah itu merupakan akumulasi tunjangan sertifikasi profesi guru yang tidak cair selama tiga bulan.Tutupnya
Merasa keberatan, S akhirnya membuat laporan pengaduan ke Polres. Ia berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporan dan mengusut tuntas siapa yang bertanggung jawab atas penghapusan data tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi kepada PLH SMPN 6 Dompu dan Dinas Dikpora Dompu belum berhasil, namun upaya konfirmasi akan terus dilakukan.(Info01)
