Advertisement
![]() |
| Foto Bupati dan Wakil Bupati Dompu |
Info720.com, Dompu NTB - Di tengah banyak pertanyaan bagaimana keadaan angka kemiskinan di Kabupaten Dompu di era satu tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., dan Syirajuddin, SH., (BBF - DJ) diperoleh gambaran yang signifikan yang menunjukan bahwa angka kemiskinan mengalami penurunan yang signifikan.
Hal dimaksud dapat diperoleh dari penjelasan Kepala BPKAD, yang juga Mantan Kaban Bappeda dan Litbang serta Kadis Pertambun, Muhammad Syahroni, SP, MM,. Selasa (24/02/26).
Mengawali penjelasannya Kaban BPKAD yang akrab disapa Dae Roni ini merilis Data Sementara Indikator Strategis Kabupaten Dompu Tahun 2026 yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Dompu.
Dikatakannya berdasarkan data tersebut ada beberapa fakta yang menunjukan bahwa Kabupaten Dompu tercatat sebagai kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah ke dua di Provinsi NTB pada tahun 2025.
Meskipun persentase penduduk miskin Kabupaten Dompu tahun 2025 mengalami penurunan yang relatif tidak signifikan, yakni hanya berkurang 0,44 persen (dari 11,59 persen pada tahun 2024 menjadi 11,15 persen pada tahun 2025), namun terjadi perbaikan yang cukup signifikan pada struktur kemiskinan itu sendiri.
Struktur kemiskinan dapat dilihat melalui Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
Indeks kedalaman kemiskinan merupakan indikator yang mengukur rata-rata jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
Data menunjukkan bahwa indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Dompu tahun 2025 menurun dari 1,62 menjadi 1,31. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan, sehingga jarak antara kategori “miskin” dan “tidak miskin” semakin menyempit.
Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan merupakan indikator yang mengukur tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Berdasarkan data BPS, indeks keparahan kemiskinan Kabupaten Dompu turun dari 0,32 menjadi 0,22. Penurunan ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran di antara sesama penduduk miskin semakin mengecil, serta mengindikasikan bahwa kelompok penduduk miskin ekstrem mengalami peningkatan kesejahteraan yang relatif lebih baik.
Berdasarkan analisis terhadap struktur kemiskinan tersebut, dapat diasumsikan bahwa kebijakan bantuan sosial dan pelaksanaan program pemerintah daerah Kabupaten Dompu selama tahun 2025 relatif efektif dalam menyasar kelompok penduduk termiskin, meskipun belum sepenuhnya mampu mendorong mereka keluar dari garis kemiskinan.(Info01)
