-->

Iklan

Sabtu, 20 Agustus 2022, Agustus 20, 2022 WIB
Last Updated 2022-08-20T04:08:35Z
Health

BKKBN Dompu Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting, Berbagai Komunitas Sangat antusias

Advertisement

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Dompu melakukan sosialisasi tentang percepatan penurunan Stunting. Kegiatan tersebut diadakan di taman kota Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, Kamis (14/7/2022) |Foto Istimewa|



Reporter |Rull


Editor |Str



Info720news.com, Dompu - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Dompu melakukan sosialisasi tentang percepatan penurunan Stunting. Kegiatan tersebut diadakan di taman kota Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, Kamis (14/7/2022).



Kegiatan sosialisasi itu melibatkan beberapa komunitas Ojek, Komunitas Wartawan, Komunitas YouTuber dan Komunitas Gender. Para komunitas tersebut sangat antusias mendengarkan pemaparan para ahli.



Pada kesempatan itu, perwakilan dari BKKBN Provinsi, Drs Samsul Anam, M.Ph menjadi narasumber, dari Dinas Kesehatan Dompu Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Anike Kusumawati, S.ST. M.Kes dan Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluh dan Pergerakan (BKKBN) Kabupaten Dompu, Yayat Nurhidayat ikut memberikan pemaparan ilmiah terkait hal tersebut.



Menurut Drs. Samsul Anam, bahwa Stunting yang terjadi di Indonesia ini sangat mungkin untuk bisa dihapus, acuannya dengan kita belajar dari beberapa negara maju lainnya, seperti di Jepang yang memiliki Stunting hanya satu berbanding seribu dan di negara Swiss yang kurang dari 100 per 1000 Stunting.



"Berarti Stunting bisa kita hapus, kita harus membangun optimisme dan semua komunitas yang hadir ini bisa mengambil peran" ungkapnya.



urangnya nutrisi gizi yang kronis didapatkan oleh ibu saat mengandung sampai melahirkan hingga usia 2 tahun kehidupan anak.




"Jadi, 270 hari selama hamil itu ibu yang mengandung harus mendapatkan nutrisi gizi yang cukup, mulai dari konsensi sampai lahir, kemudian sisanya 730 hari-nya ada diusia anak setelah lahir sampai usia 2 tahun" Kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Dikes Dompu) Anike Kusumawati, S.ST. M.Kes.



Ciri-ciri anak yang menderita Stunting dapat diketahui melalui kebiasaan dalam sehari-hari seperti, tumbuh kembangnya melambat tidak seperti teman sebayanya, raut muka lebih mudah dibanding teman sebayanya kemudian pada saat belajar di sekolah dia lebih diam diri (tidak mempunyai inovasi), lebih banyak menyendiri dari pada bermain.




"Itu tanda-tanda anak yang Stunting dan bisa kita pantau bersama oleh keluarganya sendiri, makanya untuk menjadi orang yang hebat harus mampu mengantarkan anaknya sekali satu bulan ke Posyandu terdekat" ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluh dan Pergerakan (DPPKB) Dompu, Yayat Nurhidayat. (ADV).