-->
Selasa, 03 November 2026, November 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-11-03T08:44:36Z
Daerah

Bupati Dompu Resmi Buka Festival Literasi 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

Advertisement



Foto Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE. Saat Meresmikan Pembuka Festival Literasi Dompu Tahun 2026 dengan mengusung tema “Literasi Maju Dompu Cerdas,



Info720.com, Dompu NTB – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., secara resmi membuka Festival Literasi Dompu Tahun 2026 dengan mengusung tema “Literasi Maju Dompu Cerdas, Sains, Budaya dan Kreativitas untuk Masa Depan”. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dompu.



Festival Literasi Dompu 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 3–5 November 2026. Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) dihadiri Bupati Dompu bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.



Kehadiran Bupati bersama rombongan disambut dengan pertunjukan seni tradisional Kapatu Cambe bertajuk “Cua Hengga Ade” yang dibawakan oleh siswa SMA Negeri 1 Hu'u. Penyambutan tersebut menjadi representasi kekayaan budaya lokal yang turut mewarnai penyelenggaraan festival.



 “Dompu Mantika” di atas panggung utama. Perpaduan literasi, seni, dan budaya tersebut menjadi gambaran bahwa kemajuan pengetahuan harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya daerah.



Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca dan mengeja huruf. Menurutnya, literasi merupakan kemampuan menggali, menganalisis, memahami, serta mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.



Bupati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya kedekatan anak-anak dengan buku di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan gadget, dan kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut, katanya, menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi melalui pendekatan pendidikan yang lebih kreatif. “Anak-anak kita sekarang sudah semakin jauh dari buku. Ini menjadi kekhawatiran kita bersama.



Menurut Bupati, Festival Literasi harus menjadi bagian dari upaya mengubah pola dan pendekatan pembelajaran. Budaya membaca perlu diperkuat sebagai fondasi pembentukan generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, memiliki karakter, serta mampu mempertahankan jati diri daerah.



Ia menekankan bahwa tanggung jawab membangun budaya literasi bukan hanya berada di lingkungan sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dalam lingkungan keluarga. 



“Ini merupakan tugas kolektif kita. Bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab, tetapi peran orang tua di rumah justru sangat penting. Mari kita mulai membangun budaya membaca dari rumah tangga kita sendiri,” ajaknya.



Bupati juga mendorong gerakan literasi dilakukan secara aktif melalui pendekatan jemput bola dengan mendekatkan buku kepada masyarakat. Akses bahan bacaan diharapkan tidak hanya terpusat di perpustakaan, tetapi mampu menjangkau sekolah, desa, dan lingkungan keluarga, sehingga anak-anak Dompu tumbuh menjadi generasi cerdas, kreatif, berwawasan luas, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan identitas daerah.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dompu, Muhamad Abduh, SE., M.Si., dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Literasi Dompu 2026.



Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, sekaligus memberikan ruang apresiasi dan kreativitas bagi seniman, pelajar, serta berbagai kalangan masyarakat untuk menampilkan potensi, bakat, dan karya mereka.



Sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi dan kearsipan, pada kesempatan tersebut diluncurkan lima program strategis, yakni Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Perpustakaan Go to School, Gerakan Literasi Desa, Gerakan Donasi Buku, serta Gerakan Kearsipan Diaktif. 



Pelaksanaan kelima gerakan tersebut didukung Peraturan Bupati tentang Tata Kelola Kearsipan dan Tata Kelola Perpustakaan, serta pembiayaan melalui APBD Perubahan dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Melalui program tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan hingga ke desa dan satuan pendidikan. 



Festival Literasi Dompu 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama tiga hari, melainkan menjadi titik awal gerakan bersama untuk mengembalikan kedekatan masyarakat dengan buku, memperkuat tradisi membaca, serta membangun generasi Dompu yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, karakter, dan daya pikir masyarakatnya.(Info01)